MAKALAH
“ Sistem Sirkulasi Pada
Hewan”
Diajukan Untuk Memenuhi
Tugas Mata Kuliah
STRUKTUR ANATOMI HEWAN

DISUSUN OLEH
KELOMPOK 8
Nama Nim
1. Tomi Apra Santosa 09.1872.15
2. Inaldi Putra 09.1880.15
DOSEN PEMBIMBING
RIZA JULIAN PUTRA, M.Pd
JURUSAN TARBIYAH PROGRAM STUDI TADRIS
BIOLOGI
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) KERINCI
TAHUN 1439 H/2018 M
RIWAYAT HIDUP
Tomi Apra Santosa, lahir
pada tanggal 30 Juni 1997, di Siulak Tenang, Kerinci, Jambi. Penulis merupakan
Anak ke 1 dari 2 bersaudara, dari pasangan Aprial dan Sabarni.
Penulis pertama
kali masuk pendidikan formal di SD Negeri 94 Kerinci pada tahun 2004 dan tamat
pada tahun 2010. Pada tahun yang sama penulis melanjutkan pendidikan ke SMP Negeri
17 Kerinci dan tamat pada tahun 2013,
penulis melanjutkan ke SMA Negeri 12 Kerinci dan tamat pada tahun 2015. Dan pada
tahun yang sama penulis melanjutkan ke pengguruan Tinggi IAIN Kerinci, Fakultas
Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, Jurusan Tadris biologi sampai sekarang. Penulis aktif
dalam berbagai organisasi : HMJ Biologi IAIN Kerinci (2017-2018), Ikatan
Mahasiswa Muhammadiyah (2015- Sekarang), Forum Mahasiswa Bidik Misi (2015-
Sekarang), Jurnalistik (2015-sekarang), dan Dewan Eksekutif Mahasiswa
(2018-2019).
KATA PENGANTAR
Puji syukur
saya ucapkan kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan karunia Nya,
sehingga kami dapat menyelasaikan makalah untuk bahan mata kuliah Struktur
Anatomi Hewan.Dalam makalah ini saya sebagai penulis sekaligus penyusun
menyajikan persoalan mengenai “Sistem
Sirkulasi”
Walaupun
sudah berusaha semaksimal mungkin, namun saya menyadari bahwa makalah ini masih
banyak terdapat kekurangan. Untuk itu saya mengharapkan kritik dan saran yang
sifatnya membangun demi kesempurnaan penulisan untuk masa yang akan datang. Saya
berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi saya penulis maupun para
pembaca serta dapat menambah wawasan tentang Struktur Anatomi Hewan.
Kerinci,
25 Februari 2018
Penulis
Tomi Apra S.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR....................................................................................... i
DAFTAR ISI....................................................................................................... ii
BAB
I PENDAHULUAN................................................................................. 1
A.
Latar Belakang.......................................................................................... 1
B.
Rumusan Masalah..................................................................................... 1
C.
Tujuan Penulisan....................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN.................................................................................... 2
A.
Sistem Sirkulasi Terbuka...........................................................................
B.
Sistem Sirkulasi Tertutup..........................................................................
C.
Fungsi sistem sirkulasi...............................................................................
D.
Komponen – komponen sistem
sirkulasi...................................................
E.
Pola sirkulasi pada
Vertebrata...................................................................
BAB III PENUTUP............................................................................................
DAFTAR PUSTAKA.........................................................................................
DAFTAR GAMBAR
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Hewan harus mampu melaksanakan aktivitas transporasi nutrien, gas dan
produk sisa metabolisme serta molekul-molekul padat atau cair didalam tubuhnya.
Proses metabolisme, selain menghasilkan zat-zat yang berguna juga menghasilkan
sampah (sisa zat) yang harus dikeluarkan dari tubuh. Bahan – bahan yang
diperlukan tubuh seperti makanan, oksigen, hasil metabolisme, dan sisanya
diangkut dan diedarkan didalam tubuh melalui sistem peredaran darah. Hasil pencernaan
makanan dan oksigen diangkut dan diedarkan ke seluruh jaringan tubuh, sementara
sisa-sisa metabolisme diangkut dan diedarkan dari seluruh jaringan tubuh menuju
organ-organ pembuangan.
Makhluk hidup merupakan ciptaan Allah swt diciptakan memiliki ketentuan
segala bidang yang sama sekali tidak jauh dari kondisi lingkungannya,
penetapan- penetapan segala penyusunan tubuh makhluk hidup seperti sirkulasi
darah sesuai dengan ukuran kebutuhan tubuh. Sebagaimana firman Allah dalam
surah Al-Furqon: 2:
Ï%©!$# ¼çms9 à7ù=ãB ÏNºuq»yJ¡¡9$# ÇÚöF{$#ur óOs9ur õÏGt #Ys9ur öNs9ur `ä3t ¼ã&©! Ô7ΰ Îû Å7ù=ßJø9$# t,n=yzur ¨@à2 &äóÓx« ¼çnu£s)sù #\Ïø)s? ÇËÈ
Artinya: “Yang kepunyaan-Nyalah kerajaan langit dan bumi, dan dia
tidak mempunyai anak dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan-Nya, dan dia
telah menciptakan segala sesuatu, dan dia menetapkan ukuran-ukuran dengan
serapi-rapinya.”
Sistem sirkulasi darah pada umumnya untuk organisasi tingkat rendah belum
mempunyai sistem sirkulasi secara khusus. Misalnya, pada Amoeba dan Paramecium.
Sirkulasi bahan-bahan metabolisme dan sisanya dilakukan dengan aliran
sitoplasma. Akan tetapi, proses difusi berlangsung sangay lambat sehingga cara
tersebut tidak mungkin dapat memenuhi semua kebutuhan hewan yang berukuran
besar atau hewan yang memiliki aktivitas metabolisme tinggi.
Oleh karena itu, pada hewan tingkat tinggi diperlukan sistem sirkulasi
yang khsus yang menjaminnya adanya pergerakan cairan ke seluruh tubuh secara
cepat. Dengan demikian, makalah ini perlu dibuat untuk membahas sistem
sirkulasi pada hewan.
B. Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian dari sistem
sirkulasi terbuka ?
2.
Apa pengertian dari sistem
sirkulasi tertutup ?
3.
Apa fungsi dari sistem
sirkulasi ?
4.
Apa komponen- komponen dari
sistem sirkulasi ?
5.
Bagaimana pola sirkulasi
pada Vertebrata ?
C. Tujuan Penulisan
1.
Memahami dan mempelajari
tentang sistem sirkulasi terbuka.
2.
Memahami dan mempelajari
tentang sistem sirkualsi tertutup.
3.
Memahami tentang fungsi
sistem sirkulasi.
4.
Memahami dan mempelajari
tentang komponen sistem sirkulasi.
5.
Memahami tentag pola
sirkulasi pada Vertebrata.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sistem Sirkulasi Terbuka
Sistem sirkulasi terbuka merupakan suatu sistem dimana pembuluh darah
membentuk sirkuit yang sempurna diseluruh tubuh sehingga ketika darah mengalir,
darah akan meninggalkan pembuluh darah dan mengalir diantara jaringan (ruang
terbuka hemocoel dan blastocole).[1]
Ruang terbuka tersebut biasanya berada diantara endoderm dan ektoderm. Cairan
yang terdapat di runag hemocoel disebut hemolimfe yang akan berlangsung
mengenai sel-sel sekitarnya. Selanjutnya dari jaringan akan kembali ke jantung.
Tipe ini banyak ditemukan pada arthropoda dan molusca.[2]
Pada arthropoda dan molusca, jantung menghasilkan tenaga yang akan
memompa darah ke seluruh tubuh hewan. Jantung itu sendiri memiliki jumlah
bukaan yang disebut ostia yang memungkinkan darah kembali ke dalam
jantung setelah beradar. Dalam banyak ha, relaksasi jantung akan menyedot darah
secara aktif ke dalam jantung sehubungan dengan adanya tekanan negatif yang ada
di dalam ruang jantung.[3]
Kendati desain relatif sederhana, terdapat beberapa ketidakefisienan sistem
peradaran ini. Kerugian pertama adalah bahwa sistem tersebut beroperasi
pada tekanan yang rendah yang sedikit didorong dari jantung menuju rongga yang lebih lebar. Dengan
demikian, pada setiap kontraksi jantung, volume darah yang dapat dikeluarkan
dari jantung ke rongga tubuh hanya sedikit. Selain itu, tekanan yang
ditimbulkan oleh jantung untuk mendorong darah juga rendah sehingga darah
mengalir dengan lambat. Hal ini menyebabkan jumlah sari makanan yang dilepaskan
ke sel tubuh terbatas dan akibatnya aktivitas metabolisme dalam tubuh pun
terbatas.[4]
Kerugian kedua adalah hewan tidak dapat mengatur aliran darah
secara tepat ke berbagai organ yang berbeda. Hal ini menyebabkan tidak pastinya
aliran darah ke organ spesifik pada waktu tertentu sehingga sistem kurang
terkendali.[5] Dengan kata lain, sistem
peredaran ini mempunyai kemampuan sangat terbatas dalam mengubah kecepatan
aliran dan distribusi darah. Akibatnya proses pengambilan oksigen oleh sel-sel
tubuh berjalan lamban dan jumlah maksimum laju pemakaian oksigen per satuan
berat badan adalah kecil.[6]

Gambar.1.1 Sistem sirkulasi terbuka pada
Arthropod

Gambar. 1.2 Sistem Sirkulasi terbuka pada
Molusca
B. Sistem Sirkulasi Tertutup
Dalam sistem sirkulasi tertutup ini, darah selalu berada dalam suatu seri
pembuluh darah selama proses peredarannya dan tidak pernah keluar dari sistem.
Sistem peredaran darah ini ditemukan pada annelida, cephalopoda, echinodermata
dan seluruh vertebrata. Darah yang dipompa jantung dijaga sedemikian rupa
sehingga tekanannya tetap tinggi yang kemudian menghasilkan siklus peredaran
yang dinamis mulai dari jantung ke seluruh tubuh dan kembali ke jantung dengan
lancar.[7]
Sistem peredaran darah tertutup memiliki beberapa kelebihan apabila
dibandingkan dengan sistem sirkulasi terbuka. Pertama, sistem peredaran
ini adalah terjamin distrubusi nutrisi sel-sel yang akan melaksanakan
metabolisme secara langsung melalui pembuluh darah dengan laju pengantaran yang
lebih cepat dibandingkan dengan kelompok hewan dengan sistem peredaran darah
terbuka.[8] Kedua,
dari sistem ini adalah dapat diatur suatu mekanisme alairan darah ke organ
–organ atau jaringan tertentu yang membutuhkan sehingga mekanisme sirkulasi
sesuai kebutuhan dari jaringan yang membutuhkan. Sebagai contoh selama
berolahraga, hewan – hewan vertebrata memiliki kemampuan untuk meningkatkan
suplai darah ke daerah-daerah yang aktif misalnya ke otot, dan mengurangi
aliran darah yang kurang aktif misalnya di saluran gastrointestinal[9]. Organ sirkulatori
pada hewan yang memiliki sistem tertutup terdiri atas jantung dan pembuluh
darah, mulai dari pembuluh darah arteri, vena, arteriol venula, hingga jaringan
kapiler.[10]
Ada lima ciri spesifik dari sistem sirkulasi tertutup ini terutama pada
hewan tingkat tinggi yaitu:
1)
Terdapat pemisahan fungsi
dari masing-masing organ tubuh yang
termasuk ke dalam sistem sirkulasi. Sehubungan hal tersebut, terdapat jantung
yang merupakan pemompa darah dan darah dipompa ke arteri pada level tekanan
yang dipertahankan untuk tetap tinggi.
2)
Terdapat sistem pembuluh
arteri yang berperan sebagai reservoir tekanan sekaligus mendorong darah ke
kapiler.
3)
Terdapat dinding kapiler
darah yang sangat tipis sehingga memudahkan perpindahan substansi dari darah
dalam kapiler ke cairan jaringan di ruang sel untuk selanjutnya memasuki sel.
4)
Tekaan darah di kapiler
tertentu ( di glomerulus pada ginjak vertebrata) cukup tinggi sehingga
memungkinkan berlangsungnya ultrafiltrasi di ginjal.
5)
Terdapat sistem limfa yang
penting dalam proses pengembalian cairan dari ruang antar sel ke pembuluh
darah.[11]
Sistem kardivaskular semua vertebrata terdiri atas sebuah pompa berotot
disebut jantung, dan sebuah sistem saluran yang mengangkut darah dari
dan ke jantung.[12] Pembuluh – pembuluh yang
mengankut darah meninggalkan jantung disebut arteri; pembuluh darah yang
mengangkut darah menuju jantung disebut vena. Arteri yang berukuran
lebih kecil disebut arteriola, vena yang berukuran labih kecil disebut venula.
Penghubung –penghubung terpenting antara arteriola dan venula adalah
bantalan kapiler (capillary beds), dimana terjadi pertukaran zat yang
sebenarnya antara darah dan jaringan.
Pada kelompok vertebrata, sistem sirkulasi tertutup sangat jelas
memperlihatkan tingkatan kompleksitas organisasi struktural dan fungsionalnya
sesuai dengan tingkatan kelas dari pisces hingga mamalia sebagai bentuk paling
sempurna. Perbedaan –perbedaan pada mekanisme aliran darah yang spesifik
meliputi struktur ruang jantung, arah aliran darah, dan kerakter darah yang
beredar.[13]
Sistem sirkulasi tertutup memiliki dua pola yang berbeda dalam proses
sirkulasi darahnya. Pembagian ini didasarkan kepada bagaimana susunan jantung
dan bagaimana cara darah melakukan peredaran secara lengkap di seluruh tubuh.
Atas dasar hal tersebut maka sirkulasi tertutup dibagi menjadi dua yaitu:
1.
Sistem Sirkulasi tunggal ( Closed Single Circulation)
Pada tipe ini, darah akan meninggalkan jantung melalui ventrikel, terus
melewati insang dan mengalami oksigenasi dengan mekanisme difusi pertukaran O2
– CO2 di insang, dan selanjutnya mengalir ke seluruh tubuh dimana
terdapat jaringan atau sel-sel yang akan memakai oksigen dan kemudian kembali
lagi ke jantung.[14] Dengan demikian, dalam
sekali siklus peradaran, darah hanya terdiri atas satu lintasan saja yaitu dari
jantung ke insang dan ke seluruh tubuh untuk selanjutnya kembali ke jantung
yang juga berarti bahwa selam beredar darah hanya sekali melewati jantung.
Contoh hewan dengan sirkulasi tipe ini adalah kelompok pisces.
Terdapat suatu ketidakefisienan sistem sirkulasi tertutup ini yaitu karena hilangnya tekanan darah yang
dipompa oleh jantung setelah darah melewati insang.[15]
Konsekuensi dari keadaan tersebut adalah terciptanya aliran darah ke seluruh
tubuh dengan arus yang relatif lamban (sluggish flow) karena gradien
tekanan yang menjadi pendorong darah dalam beredar telah mengalami reduksi
secara signifikan.[16]

Gambar.1.3 Sistem Sirkulasi tipe
tunggal pada Ikan
2.
Ssitem Sirkulasi Ganda ( Closed Double Circulation)
Pada tipe sirkulasi ganda, darah selama beredar akan melewati jantung
sebanyak dua kali. Hal ini memerlukan struktur jantung yang spesifik yaitu
terdiri atas 4 ruang ( dua atrium dan dua ventrikel). Darah meninggalkan
jantung melalui ventrikel kanan dan menuju ke paru-paru dimana terjadi proses
oksigenasi sehingga membawa darah kaya oksigen dari paru-paru untuk kembali ke
jantung melalui atrium kiri dan ventrikel kiri untuk selanjutnya dipompa ke
seluruh tubuh sebagai suplai oksigen dan substansi lainnya yang diperlukan oleh
sel-sel tubuh.[17] Pada lintasan kedua,
darah dari seluruh tubuh yang berupa darah deoksigenasi (miskin oksigen) akan
kembali ke atrium kanan dan menuju ventrikel kanan hingga paru-paru lagi sebagai pengulangan siklus kontinu. Contoh
ideal sistem ini adalah pada mamalia.[18]
Keuntungan dari sistem ini adalah terciptanya tekanan aliran darah yang
relatif konstan sehingga laju sirkulasi lebih cepat yang juga berarti
meningkatkan efisiensi suplai kebutuhan sel-sel tubuh sekaligus membuang produk
metabolisme secara lebih cepat. Kondisi ini tercipta adanya dua kali proses
pemompahan darah oleh jantung yaitu pemompahan darah yang akan mengalir ke
paru-paru dan pemompahan darah yang akan mengalir ke paru-paru dan pemompahan
darah yang akan mengalir ke seluruh tubuh (sistematik circulation).

Gambar. 1.4 Ssitem Sirkulasi Ganda
C. Fungsi Sistem Sirkulasi
Secara garis besar, sistem sirkulasi memiliki tiga fungsi sebagai
berikut:
1. Menjamin /memastikan terpenuhinya kebutuhan tubuh akan sari
makanan dan oksigen, serta pembuangan zat sisa metabolisme dari tubuh dengan
segera.
2. Berperan penting dalam penyebaran panas tubuh.
3. Meyebabkan tekanan/kekuatan.[19]
D. Komponen –Komponen Sistem
Sirkulasi
1.
Jantung (Cor)
Peranan jantung sebagai organ sistem sirkulasi terdiri atas 2 aspek
penting. Peran pertama adalah sebagai pemompa cairan melintasi sistem sirkulasi
yang berlangsung dengan mekanisme kontraksi dan relaksasi otot.[20]
Hal ini juga menciptakan gradien tekanan yang mendorong darah keluar jantung
dan mengalir ke seluruh tubuh, sehingga darah merupakan pompa tekanan.[21]
Peran kedua adalah adanya beberapa kontrol penting dari jantung terhadap kerja
sistem sirkulasi secara keseluruhan denga mengubah-ubah laju detakan dan daya
kontraksi.
Jumlah unit ruang jantung antar takson selaras dengan kemajuan evolusi
masing-masing taksa. Hal ini secara lengkap dapat diamati pada ruang –ruang
jantung kelompok vertebrata yang terdiri atas 5 kelas (pisces, amphibi,
reptilia, aves dan mamalia). Pisces hanya memiliki dua ruang jantung yaitu 1
atrium dan 1 ventrikel,amphibi memiliki 3 ruang jantung yaitu 2 atrium dan 1
vnetrikel, sedangkan pada reptilia jantung terdiri atas 4 ruang yaitu 2 atrium
dan 2 ventrikel, namun terdapat variasi antara kelompok reptil dari aspek ada
atau tidaknya septum (sekat) antara ventrikel kiri dan kanan ( buaya memiliki
septum sempurna, sedengkan kelompok lainnya tidak). Pada burung, ruang jantung
sama dengan mamalia yaitu 2 atrium dan 2 ventrikel yang memiliki sekat pemisah
yang sempurna.

Gambar. 1.5 Ruang Jantung Pada Spesies hewan.
2.
Pembuluh Darah
Pada kelompok hewan dengan sistem peredaran darah tertutup, terdapat 3
jenis pembuluh darah yang berperan dalam proses sirkulasi yaitu arteri, kapiler
dan vena. Secara histologis, arteri dan vena terdiri atas 3 lapisan jaringan
sirkuler yang konsentris yaitu tunica intima, tunica media dan tunica
adventitia. Sedangkan kapiler hanya terdiri atas tunica intima.[22]
Arteri. Fungsi dari pembuluh
arteri adalah membawa darah dari jantung. Darah yang mengalir dalam arteri
memiliki tekanan yang cukup tinggi sehingga dinding pembuluh harus cukup tebal
dan kuat untuk menahan arah yang mengalir di dalamnya.[23]
Arteriol. Merupakan pembuluh
darah arteri kecil. Dinding pembuluh tersusun atas otot polos yang banyak.
Fungsi utama yang penting adalah menjamin kelangsungan aliran darah secara
reguler ke organ-organ yang membutuhkan secara proporsional. Fungsi ini
difasilitasi oleh keberadaan otot polos pada dinding pembuluh.[24]
Kapiler. Pembuluh ini adalah
pembuluh terkecil dalam sistem sirkulasi. Fungsinya adalah sebagai tempat
terjadinya pertukaran gas, nutrisi, dan substansi-substansi lainnya antara
darah dan sel. Fungsi tersebut didukung oleh struktur kapiler yang hanya
tersusun atas selapis sel tipis dan luas permukaan total yang sangat besar.
Venula dan Vena. Venula adalah
vena kecil yang berhubungan langsung dengan kapiler, sedangkan vena berperan
dalan mengembalikan darah ke jantung.[25]
Struktur dindingnya lebih tipis daripada arteri dan dialiri darah bertekanan
rendah. Vena –vena utama memiliki katub yang memastikan terjadinya aliran darah
satu arah saja kembali ke jantung.[26]
E. Pola Sirkulasi Vertebrata
1.
Sirkulasi pada Pisces
Pada sebagian besar ikan, semua darah yang masuk dalam jantung melalui
vena mempunyai kadar oksigen yang rendah dan karbon dioksida yang tinggi, yaitu
yang disebut darah vena. Jantung terdiri atas sebuah sinus venosus,
sebuah atrium, sebuah ventrikel dan sebuah konus arteriosus
yang tersusun dalam urutan linear.[27]
Kontraksi otot jantung meningkatkan tekanan darah yang di dalam vena sangat
rendah, dan mengeluarkan darah melalui suatu arteri, aorta ventral, ke
lima atau enam pasang lung aorta yang menjulur secara dorsal melalui
kapiler di dalam insang ke aorta dorsal. Pada waktu darah melalui
insang, karbon dioksida dilepaskan dan oksigen diambil, hal ini mengubah darah
menjadi darah arteri, aorta dorsal membagi darah melalui cabang-cabangnya ke
selurug bagian tubuh.[28]
Selama darah itu mangalir, tekanannya menurun karena visikositas darah
dan gesekan di dalamnya, dan di antara darah, selaput dinding pembuluh. Tekanan
menurun secara cepat sewaktu darah melewati kapiler insang. Karena gesekan
menjadi sangat besar dalam pembuluh yang berdiameter kecil. Sebagai contoh,
pada hiu anjing, tekanan darah rata-rata dalam aorta ventral pada waktu
kontraksi, jantung kira – kira 30 mm Hg dan dalam aorta dorsal kira 20 mm Hg.
Tekanan darah yang relatif rendah
dalam aorta ini makin turun ketika darah itu mencapai kapiler dalam jaringan.
Peredaran darah pada sebagian ikan adalah lamban.[29]
Seluruh darah yang mengalir ke bagian posterior tubuh (khusus di
daerah pelvik dan ekor), setelah melewati sistem kapiler utama di jaringan,
akan bersatu kembali ke vena porta renalis yang membawa darah miskin
oksigen dan produk-produk sisa metabolisme menuju ginjal. Di ginjal, vena
porta renalis akan terbagi-bagi menuju ke kapiler peritubular. Kapiler
–kapiler tersebut akan bersatu kembali menuju vena renalis yang selanjutnya
mengalirkan darah ke jantung. Kedua organ yang dialiri darah miskin
oksigentersebut (hepar dan ren) juga menerima darah kaya oksigen
melalui cabang arteri dari aorta.[30]

Gambar.1.6 Sistem Sirkulasi pada Pisces
2.
Sirkulasi pada Amphibi
Pada amphibi, setiap bagian atrium terbuka melalui kanal
atrioventrikular yang memiliki katub menuju ventrikel yang terdir
atas satu ruang yang terbagi-bagi.[31] Ventrikel
tersebut secara struktural memiliki jaringan otot dan jaringan ikat yang
berlapis yang disebut trabekula dan menyerupai spons.
Fungsi struktural tersebut adalah
mencampuri darah dari dua atrium. Conus arteriosus sebagai saluran dari
ruang ventrikel tersebut juga terbagi-bagi oleh katub spiral.[32]
Ketika ventrikel berkontraksi, sisi kirinya yang berisi darah kaya
oksigen akan dialiri ke aorta sistematik sedangkan sisi kanannya yang berisi
darah miskin oksigen akan dialirkan ke arteri pulmonaris. Dengan
demikian terdapat sirkulasi ganda yaitu:
1)
Dari sinus venosus
menuju atrium kanan dan ke ventrikel untuk kemudian diteruskan ke arteri
pulmonaris, selanjutnya ke kapiler paru-paru terus ke vena pulmonaris.
2)
Dari vena pulmonaris
menuju ke atrium kiri dan ke ventrikel
terus ke aorta sistematik menuju kepala dan badan terus ke kapiler sistematik
dan kembali secara langsung melalui sinus venosus atau kembali melalui
sistem porta hepatika atau porta renalis.[33]

Gambar.1.7 Sistem sirkulasi pada Amphibi
Akan tetapi terdapat banyak pengecualian pada kelompok-kelompok amphibia
tertentu yang tidak memiliki beberapa organ yang terkait dengan sistem
sirkulasi tersebut.[34]
Beberapa spesies tidak memiliki paru-paru atau ada memiliki insang eksternal
serta ada juga hanya tergantung kulit sebagai organ respirasi sehingga pola
susunan sistem sirkulasinya akan berbeda-beda tergantung kepada tipe
respirasinya. Misalnya pada amphibi tanpa paru-paru (lugless amphibian)
tidak memiliki arteri pulmonari dan memiliki sekat antar atrium yang
berlubang-lubnag atau hanya berupa sekat yang merduksi (vestigeal septum)
sehingga tidak ada darah ganda.[35]
3.
Sistem Sirkualsi pada Reptil
Pada kelompok reptil, sistem sirkulasi gandanya berlaku umum pada
kebanyakan spesies (dibandingkan amphibi yang banyak memperlihatkan variasi).
Pola tersebut berhubungan dengan sistem respirasinya yang memiliki pulmo.
Walaupun demikian, beberapa spesies reptil dari kelompok penyu memiliki sistem
suplemen bagi pulmo yaitu dari dermal, pharingeal, dan kloaka.
Reptil juga memperlihatkan perbedaan antara kelompok buaya dengan kura-kura
atau penyu, kadal, dan ular. Pada kura-kura atau penyu, kadal dan ular,
jantungnya terdiri atas atrium kiri dan kanan juga ventrikel kiri dan kanan ( 4
ruang jantung) akan tetapi sekat atau septum antara ventrikel kiri dan kanan
belum jelas atau tidak ada sama sekali.[36]
Pola peradaran darah pada penyu dan kelompoknya adalah sebagai berikut:
Darah dari vena di seluruh tubuh masuk ke sinus vensosus yang kemudian ke
atrium kanan. Atrium kanan juga menerima darah dari vena coronaria. Setelah itu
darah akan menuju ventrikel kiri terus ke pulmonalis dan kapiler di pulmo yang
selanjutnya akan berkumpul di vena pulmonalis dan masuk ke atrium kiri. Dari
atrium kiri kemudian masuk ke ventrikel. Sebagian darah dari ventrikel akan
mengalir ke lengkung aorta kanan dan sebagian ke lengkung aorta kiri. Dari
lengkung aorta kanan sebagian menuju ke kepala dan sebagian lagi bersatu dengan
lengkung aorta kiri. Sedangkan darah dari lengkung aorta kiri akan menuju
hepar, ren, usus, dan dinding tubuh.
Pola peredaran darah pada buaya sebagai kelompok reptil yang memiliki
sekat jantung antar ventrikel adalah sebagai berikut:
Darah dari vena seluruh tubuh mengalir ke sinus vensosus selanjutnya ke
atrium kanan dan ke ventrikel kanan. Dari ventrikel kanan tersebut akan terbagi
menjadi dua arah aliran berbeda yaitu 1). ventrikel kanan ke jantung melewati
atrium kiri, 2). ventrikel kanan ke aorta kiri dan bergabung dengan aorta
kanan. Darah yang terdapat di atrium kiri yang berasal dari vena pulmonalis
(pada arah aliran 1) akan menuju ke ventrikel kiri dan dipompa ke aorta kanan
yang sebagiannya akan menuju ke kepala sedangkan sebagian lagi akan bergabung
dengan darah dari aorta kiri menuju hepar, ren, usus, dan dinding tubuh. Di
dekat ventrikel kiri dan kanan terdapat hubungan antara aorta kanan dengan
perantara lubang yang disebut foramen panizae.

Gambar. 1.8 Pemodelan skematis dari aliran darah dalam sistem sirkulasi
reptil kelompok penyu, ular dan kadal.

Gambar.1.9 Pemodelan skematis dari aliran darah dalam sistem sirkulasi
reptil kelompok buaya.
4.
Sirkulasi pada Aves dan Mamalia
Aves memiliki sistem sirkulasi yang hampir mirip dengan mamalia dan
dengan ruang jantung yang sudah tersekat dengan sempurna menjadi 4 ruangan ( 2
atrium dan 2 ventrikel). Secara sistematis, darah dari vena di seluruh tubuh
menuju ke atrium kanan dan ke ventrikel kanan. Dari ventrikel kanan
mengalir melalui arteri pulmonalis menuju kapiler-kapiler di pulmo dan
kemudian berkumpul kembali ke vena pulmonalis yang pada akhirnya akan kembali
ke jantung melalui atrium kiri. Dari atrium kiri darah akan mengalir ke
ventrikel kiri dan kemudian di pompa ke aorta menuju kepala, hepar, ren, usus
dan dinding tubuh. Proses oksigenasi terhadap darah arteri berlangsung saat
darah melewati kapiler pulmo. Darah kaya oksige disebut darah arteri, sedangkan
darah kaya karbondioksida disebut darah vena. Perbedaan spesifik antara aves
dan mamalia adalah pada aspek adanya sistem vena porta renalis (ginjal)
pada aves tidak dimiliki oleh mamalia.
Seperti halnya pada aves, jantung mamalia juga memiliki 4 ruang yang
bersekat secara sempurna sehingga tidak terjadi pencampuran darah yang kaya
oksigen dan darah miskin oksigen. Darah dari vena sistematik akan mengalirkan
ke bagian atrium kanan dari jantung melalui vena cava superior dna vena
cava inferior.[37]
Dari atrium kanan, darah akan didorong melalui kutub triskupidalis akan menutup
untuk mencegah aliran darah kembali ke dalam atrium. Pada waktu yang bersamaan,
katub semilunar akan membuka sehigga darah akan mengalir ke arteri pulmonalis
kanan dan kiri.

Gambar.1.9 Sirkulasi darah pada aves

Gambar.1.10 Sistem sirkulasi pada Mamalia
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari
penjelasan diatas dapat simpulkan bahwa:
1)
Ssitem sirkulasi terbuka
adalah suatu sistem dimana pembuluh darah membentuk sirkuit yang sempurna
diseluruh tubuh sehingga ketika darah mengalir, darah akan meninggalkan
pembuluh darah dan mengalir diantara jaringan (ruang terbuka hemocoel
dan blastocole).
2)
Sistem sirkulasi tertutu
merupakan suatu sistem peredaran darah selalu berada dalam suatu seri pembuluh
darah selama proses peredarannya dan tidak pernah keluar dari sistem.
3)
Fungsi sistem sirkulasi
adalah sebagai berikut:
a.
Menjamin /memastikan
terpenuhinya kebutuhan tubuh akan sari makanan dan oksigen, serta pembuangan
zat sisa metabolisme dari tubuh dengan segera.
b.
Berperan penting dalam
penyebaran panas tubuh.
c.
Meyebabkan tekanan/kekuatan.
4)
Kompone-kompen sirkulasi
terdiri atas: jantung dan pembuluh darah.
5)
Sistem sirkulasi pada
vertebrata adalah sebagai berikut:
a.
Pisces, terdiri dari 1
atrium dan 1 ventrikel.
b.
Amphibi, terdiri dari 3
atrium dan 1 ventrikel
c.
Reptil, terdiri dari 2
atrium dan 2 ventrikel.
d.
Aves, terdiri dari 2 atrium
dan 2 ventrikel.
e.
Mamalia terdiri dari, 2
atrium dan 2 ventrikel.
B. Saran
Kami
mengharapkan kritikan dan saran dari semua pihak atau pembaca demi perbaikan di
masa yang akan datang.
DAFTAR
PUSTAKA
Chambell. 2004. Biologi Jilid 3. Erlangga: Jakarta
Fried, George H. & George J. Hademenos. Biologi. Jakarta:
Erlangga
Isnaeni, Wiwi. 2006. Fisiologi Hewan. Yogyakarta: Kanasius
Santoso, Putra: 2009. Bahan Ajar Fisiologi Hewan. Padang: UNAND
Sukiya.2003. Biologi Vertebrata. Yogyakarta: JICA
Widodo, Nur. 2002. Fisiologi Hewan. Malang: UMM
Villee, dkk. 1984. Zoologi Umum. Jakarta: Erlangga
[1]
Putra Santoso, Buku Ajar Fisiologi Hewan, Padang: Laboratorium Fisiologi
Hewan Jurusan Biologi, FMIPA, Universitas Andalas, 2009, h.84.
[2]
Ibid,
[3]
Soewolo, Pengantar Fisiologi Hewan, Jakarta: Departemen Pendidikan
Tinggi, 2000, h.145.
[4]
Wiwi Isnaeni, Fisiologi Hewan, Yogyakarta: Kanisius, 2006, h.173.
[5]
Putra Santoso, op.cit., h.85.
[6]
Ibid,
[7]
Ibid, h.86.
[8]
Ibid,
[9]
Ibid,
[10]
Wiwi Isnaeni, Loc..cit., h.173.
[11]
Putra Santoso,op.cit., h.87.
[12]
George H. Fried & George J. Hademenos, Biologi, Jakarta: Erlangga,
2005, h.208.
[13]
Putra Santoso, op.cit, h. 88.
[14]
Ibid,
[15]
Nur Widodo, Fisiologi Hewan, Malang: UMM Press,2002, h.187.
[16]
Sukiya., Biologi Vertebrata, Yogyakarta: JICA,2003, h.90.
[17]
Ibid, h. 92.
[18]
Putra Santoso, op.cit., h.89.
[19]
Wiwi Isnaeni,op.cit., h. 168.
[20]
Nur Widodo, op.cit, h. 190.
[21]
Ibid,
[22]
Ibid, h.191.
[23]
Putra Santoso, op.cit,. h.93.
[24]
Ibid, h.94.
[25]
Ibid, h.95.
[26]
Sukiya op.cit. h. 97.
[27]
Villee, dkk, Zoologi Umum, Jakarta: Erlangga, 1984, h.195.
[28]
Ibid,
[29]
Ibid,
[30]
Putra santosa, op.cit., h.96
[31]
Ibid,
[32]
Ibid, h.97.
[33]
Ibid,
[34]
Ibid, h.98.
[35]
Villee, dkk, op.cit, h.195
[36]
Putra Santoso, op.cit., h.99.
[37]
Ibid, h.101
Komentar
Posting Komentar